Wednesday, March 26, 2008

surat dari akal buat hati tercinta


duhai hati tercinta, kamu kok ngambek lagi ?
tidak bisakah sedikit lebih dewasa, menahan emosi dan perih yang kau rasa
tidak bisakah kau biarkan aku untuk memegang kendali kali ini
karena aku bisa dengan tekun melihat hidup dari sisi yang positif dan hakiki

mengapa kamu selalu labil,
seperti hari ini, ngambek dan senewen
membahayakan rencana-rencana kita di masa kini dan depan

wahai hatiku sayang,
tenangkanlah dirimu,
perlakuan dunia boleh seenaknya pada kita,
tapi kita harus kuat menjaga agar kita tak bereaksi seenaknya
seperti yang mereka harapkan
menjadi kusut dan lunglai oleh emosi negatif kita

hatiku, sabarlah
walau aku sebenarnya menyukai temperamenmu yang panas
tapi bukan saat ini,
ada saaatnya
saat yang benar-benar berharga untuk tampil garang

ada saatnya ...
Wassalamualaikum, sebenar-benarnya salam alaikum,


posted by halfian @ 9:21:00 PM



Monday, February 25, 2008

Pengakuan 24 februari



My dear, sebetulnya ..
Aku jarang membicarakan yang satu ini
Bila tidak benar-benar yakin akan bisikan hatiku

Sebenarnya ..
Aku sudah lama tak bergetar seperti ini
Bila bukan karena mukjizat sedang menimpa diriku.
Tahukah kamu nona..
Pesona perempuan yang lalu lalang di hadapanku beberapa tahun terahir
Hanya sanggup menggetarkan sisi Hewan diriku

Padamu aku lain, Sayang ..
Kedipan matamu itu membuat hatiku turut bekedip
Padahal, kau tahu ..
Sudah lama ku tak merasakan kedipan hati ini dan
Bahkan kukira ia sudah buta

Berkatmu gadis ...
Segumpal daging itu mulai melihat cahaya lagi
Sebersit pelita penuh asa yang tak pernah pupus bernama
Cinta, merekah terang benderang nun jauh di lubuk sana

Sadarkah kau kasih...
Ketika kau kibaskan rambutmu dengan penuh kesederhanaan,kemarin itu ..
Ingin aku memelukmu dengan tangis
Mengapit dadamu dengan dadaku yang bidang
Melingkupi sosokmu dengan sosokku yang jauh lebih megah
Mengecup keningmu dengan bibirku yang jauh lebih kering

Hanya saja semua tak kulakukan
Karena getaran itu membuatku kecil dan lumpuh
Cahaya itu membuatku silau
Aku hanya bisa diam terpesona melihat indahmu
Aku hanya sedang jatuh cinta diam-diam padamu ..

Tunggulah saat kunyatakan ..



posted by halfian @ 1:28:00 PM



Saturday, January 26, 2008

Pahlawanku si Anjal


bermandi terik matahari dan peluh
diiringi musik klakson dan knalpot yang pekak
kadangkala caci maki dan umpat atasmu tersembur

nafasmu adalah sisa pembakaran yang tak sempurna
parumu penuh karbonmonoksida yang menutup seluruh porinya
meracun tubuh hingga otak dan seluruh selmu yang sedang membelah diri

tak kusangka rambutmu secepat itu memudar warnanya
kukira karena kau semir
ternyata disemir matahari
tak kusangka wajahmu itu terlalu cepat berpupur
ternyata debu yang menempel, tebal menambal.

beban yang kau pikul
oleh tubuh rapuh dekilmu
terlampau berat

tulang belulang itu masih tumbuh perlahan
dengan nutrisi racun di perempatan jalan
untung saja ...
segelintir protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin
masih bersusah payah menata sel-selmu

segelintir yang diperoleh dengan berjualan koran di simpang jalan
dengan memulung sampah
dengan mengemis
dengan peluh bercampur debu
dengan menjual air mata
yang tak bisa lagi menetes
karena hati itu sudah tak cair lagi, tapi beku seperti karang

aku tahu kamu bersandiwara saja saat menangis tersedu
aku tahu kamu berlagak memelas saja minta dikasihani mengharu biru

karena..
aku pernah melihatmu menegakkan punggung menatap gagah menantang nasib
karena..
aku melihatmu menyisihkan tangis dan memandang garang matahari
ketika siapapun tak ada disisimu melihat semua itu

kutahu kamu kuat, ku tahu kamu sungguh kuat
Jiwamu tak semungil tubuh kecilmu
kamu terlalu cepat dewasa, pahlawanku ...

kutahu ..

posted by halfian @ 7:20:00 PM



Saturday, February 04, 2006

Makna

Apakah makna kejahatan itu ?
Apakah ia adalah jiwa yang begitu egois buta menindas ?
Apakah kedangkalan rohani sempitnya dada terselubungi hitam pekatnya pikiran ?
Kalutkah perasaan hingga sudi merampas ?

Tapi ia ada sejak zaman peradaban manusia masihlah neonatus
Kekal abadi hingga akhir zaman
Sebagai antitesis moral dan utopia yang diimpikan manusia
Simbolisme neraka di permukaan dunia

Kuharap ia tak mendominasi
Atau umat manusia akan menutup kisahnya
Sebagai Kalifatullah yang gagal

Dan jangan salahkan setan atau iblis
Atas tanggung jawab yang kita emban

posted by halfian @ 12:50:00 AM



Friday, January 20, 2006

Benang Hati

Dua mata saling bertaut
Dua hati turut bersentuhan

Bila kedua mata telah berpaling
Dua hati masihkan saling terpaut

Oleh benang bernama rindu

posted by halfian @ 2:28:00 AM



Sunday, January 15, 2006

Relung Religi

Rabb
Tak ingin kucari Kau dengan logika
Sering logika mengarahkanku pada-Mu
Tak jarang pula logika membantah zat-Mu

Tak ingin kuselidiki Engkau dengan melihat karya-Mu
Sungguh karyamu teramat indah
Namun,taksedikit pula yang memilukan

Tak ingin kugapai Engkau dengan memandang nasibku
Sangat banyak rahmat-Mu padaku
Tak kurang pula terasa azab menimpaku

Cukuplah yakinku Rabb..
Kala di gelap gulitanya malam
Batinku lirih memanggil nama-Mu

Cukuplah imanku Rabb..
Kala azan berkumandang
setetes banyu, hangat membasahi pipi

posted by halfian @ 6:02:00 AM



Wednesday, June 08, 2005

Tuhan

SosokMu penuh warna bagiku dulu
Meski Kaulah alasan dan tujuan hidup
Meski Kaulah pelipur duka yang selalu dizikirkan asmaNya

Tapi sosokMu juga yang membuat
Manusia saling menumpahkan darah

Orang-orang berperang membela namaMu yang beragam
Satu nama satu panji versus nama dan panji lainnya
Bahkan dalam satu nama, beragam bendera
Pun tak kurang banyaknya
Saling tebas

Sepertinya budaya pagan takkan pernah hilang
Manusia selalu menurunkan derajatMu sebagai berhala
Dulu Kau dipersonifikasikan dalam berbagai wujud, arca dan patung
Kini Kau digambarkan berwujud satu
Namun dengan sifat sesuai selera

Yang gemar darah berkata Kau adalah Maha Pemurka
Yang gemar kuasa berkata Kau adalah Maha Pemaksa
Yang gemar kebencian berkata Kau adalah Maha Pembenci orang kafir

Apakah itu semua bukanlah memberhalakanMu ?
MempersonifikasikanMu sesuai selera
Wujud tidak namun sifat masih
Membungkus hawa nafsu mereka dengan simbol perjuangan mulia

Teramat picikkah kami untuk melihat
Bahwa Kau sendiri sengaja membuat kami beraneka ragam
Tak ada yang lebih dari yang lain
Hanya berbeda

Tuhan..
Sadarkan kami untuk lebih saling mengerti beda
Bahkan bila harus saling tarung
Ingatkan kami bahwa itu cuma aturan main hidup di dunia
Bukannya memanipulasi nama-Mu demi panji yang palsu

Tuhan..
Kutahu Engkau bukanlah Zat yang zalim
Yang membuat namaMu sebagai stempel resmi perang salib

Izinkan kumengenalmu dari sisi yang lain
Engkau sebagai cinta kasih termaha
...Amin...

posted by halfian @ 3:49:00 PM

Bunda

Yang dapat terkenang tentangmu
Hanyalah serpihan
Drama hidup yang terpenggal
Sebab memori yang belum utuh

Saat benak beranjak rapih
Selat makassar menjadi pemisah
Indraku tuk mengenalmu lebih baik

Kesan kasih sayangmu
Teramat dalam
Meski kasat mata tak tampak

Yang bisa kubaktikan sejauh umurku hanyalah
Perih payudara akibat sapihan

Ego dan tak acuh akan keberadaanmu
Adalah gambaran diriku kini

Pun begitu,

Kumohonkan ampunmu
Atas ketakkuasaanku terhadap takdir

Terima kasihku
Untuk cinta sucimu

Yang tak tega memberi nama aku
Malin kundang

Tuhan
Berilah aku kesempatan
Meski hanya satu kali

posted by halfian @ 3:43:00 PM

Driven Out

Peraduan mana hendak kutuju
Kala badai menghempas
Coba lepas sukma dari raga

Bilik mana sudi menampung
Kala titah raja membahana
Mengutuk memancung tiap laku

Masih bulan belum ranum
Angin pun cuma sepoi
Takdir Tuhan telah tertulis

Terberkatilah gerimis gulita malam
Membasuh perih larutkan duka
Terpujilah halimun subuh buta
Membelai pedih sejukkan sukma

Saat bulan telah purnama
Taifun sudah sang Jiwa
Guntur menemani tiap langkah
Badaipun telah jadi kawan

Ombak samudera kuterapung
Sapa tanjung teluk pantai
Senyap sendiri
Merdeka bahagia

posted by halfian @ 3:34:00 PM



Tuesday, April 19, 2005

Cleopatra

Aroma Gurun Sahara yang pernah kau hirup
Di tepian Sungai Nil
Adalah semerbak yang telah
Membesarkanmu dengan keangkuhan Paraoh

Bila permadani Persia yang terhampar di hadapmu
Adalah buat alas kaki yang tak berkasut
Maka kusebut apakah diriku
Yang mencintaimu tanpa
Tunjukkan rasa

Sudahkah kau sadar
Sudahkah aku sadar
Cinta tak berangka
Meski coba tuk ditata
Tetap meliuk meliku bagai spirochaeta

Entah di juz berapa dari kalam Hidup
Kisahku kan berepilog
Hanya ku usungkan tangan pada-Nya
Agar saat itu nafasku
Masih mengindera harum kasturi Egypt
Milikmu sayang.

posted by halfian @ 5:48:00 PM



Sunday, April 10, 2005

Anak Kukang

Kukanga Kunipela
Kunibuang Ritamparang
Kunianyukang ri je'ne
Na Rappung tau Maraeng

Ca'di-ca'di dudu Inja
Nana pelakka Anrongku
Mantangmama Kale-kale
Tugguru' Je'ne Matangku

Aule.. sare-sarenna I Kukang Sayang
Sare Tea tassicini
Empo tena mate'nena

posted by halfian @ 3:00:00 AM



Saturday, March 05, 2005

Topena Linoa

Tope cura'na memang linoa kapang
Pangadakanna sunggu te'nea
Manna tasingara
Kanangji jallinganna
Apa seng pole
Bosara tompo na memang

posted by halfian @ 9:47:00 AM



Aku ini hanyalah seorang pria dengan mimpi bisa hidup di bumi ini dengan damai!